PNM Perkuat Ketahanan UMKM 2025 Melalui Sinergi Pembiayaan dan Pendampingan Kapasitas Intelektual

Desember 31, 2025 | Admin
TOP ARTICLE ADS
TABLE OF CONTENTS


     

    BERITAKORPORAT.COM, JAKARTA – Tantangan yang dihadapi sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia kini kian kompleks. Tidak lagi hanya terpaku pada persoalan modal, para pelaku usaha masih bergelut dengan hambatan operasional, manajemen strategis, hingga rendahnya literasi keuangan. Kondisi ini membuat penyaluran pembiayaan tanpa pendampingan menjadi tidak efektif bagi keberlanjutan usaha.

    Menanggapi fenomena tersebut, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) sepanjang tahun 2025 secara konsisten menerapkan pendekatan pemberdayaan sebagai pilar utama bisnisnya. PNM bertransformasi melampaui peran lembaga pembiayaan konvensional dengan menjadi pendamping yang membangun kapasitas intelektual serta ketahanan ekonomi masyarakat, khususnya pada segmen ultra mikro.

    Mekaar dan Inovasi Kampung Madani

    Salah satu instrumen utama dalam strategi ini adalah program Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera). Program ini dirancang khusus untuk perempuan prasejahtera melalui sistem kelompok yang memadukan modal finansial dengan pelatihan kewirausahaan secara disiplin.

    Sebagai penguat ekosistem berbasis komunitas, PNM juga mengembangkan Program Kampung Madani. Hingga penghujung 2025, inisiatif ini telah menjangkau 20 lokasi di seluruh penjuru Indonesia dan memberikan manfaat langsung kepada 4.603 warga. Melalui sistem klasterisasi usaha, PNM telah menyelenggarakan 539 kegiatan yang melibatkan lebih dari 10.000 nasabah untuk memperluas akses pasar dan kapasitas produksi secara kolektif.

    Akselerasi Literasi Keuangan

    PNM turut aktif menutup celah edukasi melalui penyelenggaraan 66 kegiatan literasi keuangan dan usaha. Inisiatif ini berhasil menjangkau lebih dari 38.000 nasabah, memberikan pembekalan mengenai perencanaan keuangan serta digitalisasi pemasaran agar pelaku usaha lebih adaptif terhadap dinamika pasar modern.

    Upaya intervensi ini membuahkan hasil konkret pada aspek ketahanan finansial. Merujuk pada riset BRI Research Institute (2024), nasabah Mekaar menunjukkan peningkatan signifikan dalam daya tahan ekonomi. Jika sebelumnya mereka hanya mampu bertahan secara finansial selama satu hingga dua minggu, kini durasi ketahanan tersebut meningkat menjadi satu hingga dua bulan berkat dukungan modal sosial dan pendampingan PNM.

    Komitmen Transformasi Ekonomi

    Sekretaris Perusahaan PNM, L. Dodot Patria Ary, menyatakan bahwa pemberdayaan adalah kunci utama dalam melakukan transformasi ekonomi di tingkat akar rumput.

    "Melalui program pemberdayaan, PNM mendampingi nasabah agar mampu mengelola usaha secara lebih mandiri. Kami percaya penguatan kapasitas dan ekosistem usaha akan menciptakan dampak sosial yang jauh lebih besar dalam jangka panjang," pungkas Dodot.

    Melalui semangat #PNMuntukUMKM, PNM menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mencetak pengusaha ultra mikro yang tangguh, berkelanjutan, dan mampu berkontribusi pada ekonomi nasional secara luas.**

    BOTTOM ARTICLE ADS

    Comments