Nokia Akuisisi Rapid: Langkah Maju di Dunia API
Nokia, yang dulunya merupakan raksasa ponsel dunia, kini fokus pada penyediaan infrastruktur dan layanan bagi operator telekomunikasi. Perusahaan ini melakukan akuisisi strategis terhadap Rapid, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang Application Programming Interface (API) marketplace, sebagai upaya memperkuat posisinya di persimpangan dunia teknologi dan telekomunikasi. Integrasi Rapid akan memperkuat platform Nokia untuk membantu operator 5G membuka jaringan mereka kepada lebih banyak pengembang.
Ketentuan finansial akuisisi ini belum diumumkan secara resmi. Rapid, yang sebelumnya dikenal sebagai RapidAPI, pernah dihargai mencapai $1 miliar dan memiliki hingga 4 juta pengguna yang memanfaatkan sekitar 40.000 API. Namun, bisnisnya mengalami penurunan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Informasi mengenai jumlah pengguna aktif Rapid saat ini juga belum diungkapkan secara detail, hanya disebutkan bahwa jumlahnya mencapai ribuan, dengan ratusan API yang masih aktif. Detail keuangan lebih lanjut kemungkinan akan diungkapkan dalam pengajuan mendatang. (Pembaruan: Beberapa pihak berspekulasi bahwa nilai kesepakatan bisa serendah $100 juta.)
Rincian Kesepakatan dan Tujuannya
Kesepakatan ini mencakup pasar publik, layanan perusahaan, dan hub API tingkat perusahaan yang dirancang untuk membangun, menguji, dan berbagi API secara internal maupun eksternal. Nokia melihat langkah ini sebagai upaya membantu operator bekerja lebih mudah dengan para pengembang. Ini adalah langkah strategis yang akan berdampak besar bagi ekosistem digital.
"Operator membutuhkan jembatan untuk terhubung dengan ribuan pengembang guna mendorong penciptaan nilai bagi perusahaan dan konsumen serta memonetisasi jaringan mereka," kata Raghav Sahgal, presiden Cloud and Network Services di Nokia, dalam sebuah pernyataan. Akuisisi ini menunjukkan komitmen Nokia untuk berinovasi dan memperluas jangkauan layanan mereka di industri telekomunikasi.
Tantangan yang Dihadapi Rapid
Di sisi Rapid, lanskap teknologi telah berubah drastis dalam beberapa tahun terakhir. Banyak startup tahap akhir menghadapi tantangan untuk memenuhi ekspektasi tinggi yang ditetapkan saat mengumpulkan dana besar di masa-masa yang lebih baik. Valuasi Rapid sebesar $1 miliar didasarkan pada putaran pendanaan dari tahun 2022. Hal ini mencerminkan dinamika pasar yang terus berubah.
Rapid mencapai puncak popularitasnya di tengah booming minat pada API satu dekade lalu, ketika API mulai muncul sebagai jalinan antara bisnis dan pengembang yang membangun layanan di sekitarnya. Rapid menawarkan solusi terpadu untuk menemukan dan menggunakan API di pasar yang terfragmentasi. Namun, belum jelas apakah Rapid berhasil menemukan jalur menuju profitabilitas dalam menyediakan layanan tersebut. Pendiri Rapid, Iddo Gino, yang memulai perusahaan pada usia 17 tahun pada tahun 2015, mengundurkan diri sebagai CEO pada April 2023, digantikan oleh Marc Friend. Beberapa minggu kemudian, startup tersebut mengalami setidaknya dua putaran PHK besar yang mengurangi jumlah karyawan hingga 82%.
Investasi dan Dampak Akuisisi
Rapid yang berbasis di San Francisco, telah mengumpulkan hampir $273 juta dalam pendanaan ventura dari investor ternama seperti Andreessen Horowitz, Microsoft, dan SoftBank. Akuisisi ini juga berpotensi mengubah lanskap industri.
Tidak jelas berapa banyak karyawan Rapid saat ini, maupun berapa banyak yang akan bergabung dengan Nokia dalam kesepakatan tersebut. Pernyataan Nokia lebih menekankan pada produk daripada orang, dengan mencatat bahwa mereka mengakuisisi "aset teknologi, termasuk hub API terbesar di dunia yang digunakan oleh ribuan pengembang aktif secara global, dan unit penelitian dan pengembangan yang sangat terampil." Hal ini menunjukkan fokus pada pengembangan teknologi dan peningkatan kapabilitas layanan yang akan ditawarkan.
Pandangan Nokia ke Depan
Bagi Nokia, akuisisi ini adalah langkah yang menarik dan sedikit ironis mengingat sejarah perusahaan Finlandia ini sebagai pelopor di dunia seluler. Akuisisi ini menjadi bukti adaptasi dan visi Nokia dalam menghadapi perubahan pasar.
Pada tahun 1990-an, Nokia memelopori pembangunan jaringan seluler di seluruh dunia, dan menjadi produsen handset nomor 1 di dunia. Namun, pada dekade pertama tahun 2000-an, Nokia tertinggal dalam pergeseran ke smartphone, yang didominasi oleh Apple dan Google (serta Samsung dan ratusan lainnya yang membangun di atas sistem operasi Android Google). Beberapa pihak berpendapat bahwa salah satu kegagalan terbesar Nokia adalah ketidakmampuannya membangun ekosistem yang dapat diperluas untuk aplikasi dan pihak ketiga (dan pengembang) untuk membangun smartphone-nya. Oleh karena itu, menarik bahwa sekarang Nokia memposisikan dirinya sebagai fasilitator untuk tujuan yang sama.
Potensi 5G dan Kemitraan
Secara khusus, Nokia melihat peluang bagi operator untuk mendorong lebih banyak pengembangan pada jaringan 5G yang mahal yang sekarang sudah ada tetapi dalam banyak kasus belum dimanfaatkan secara maksimal. Ini menunjukkan fokus pada inovasi dan pemanfaatan teknologi 5G.
Operator, kata mereka, menginginkan lebih banyak pihak ketiga yang membangun aplikasi dan layanan lain di jaringan ini, dan mereka telah meluncurkan platform "Network as Code" baru untuk tujuan tersebut. Kerangka kerja API Rapid akan menjadi bagian dari inisiatif tersebut. Nokia mengatakan bahwa operator dan penyedia layanan lain yang telah mendaftar ke platform tersebut termasuk BT, DISH, Google Cloud, Infobip, Orange, Telefonica, dan Telecom Argentina, serta 20 lainnya. Ini menunjukkan kepercayaan dan kolaborasi dalam industri.
"Kami senang bergabung dengan Nokia," kata Friend, CEO Rapid, dalam sebuah pernyataan. "Kombinasi teknologi API Rapid dan keahlian R&D dengan skala dan keahlian domain jaringan dan API Nokia akan memungkinkan kami untuk memperluas ekosistem API yang lebih luas." Ini adalah langkah maju yang signifikan bagi kedua perusahaan.
Posting Komentar